+0086 198 4426 7532

Berita.
Rajutan Yitai

Kami berdedikasi untuk mengembangkan dan memproduksi kain rajut sejak awal.

Cara Memilih Kain Rajutan untuk Proyek Anda

2022-04-13
Kain Rajutan populer untuk menjahit karena nyaman, elastis, dan tahan lama. Mereka juga populer karena kemampuannya mempertahankan bentuk, bahkan setelah dicuci. Untuk memilih kain rajutan yang tepat untuk proyek Anda, mulailah dengan mempelajari jahitan dasar. Kebanyakan kain rajutan terdiri dari empat jahitan dasar: jahitan rajut, jahitan purl, jahitan tuck, dan jahitan rajutan terbalik. Apa pun jenis kain rajutan yang Anda pilih, Anda pasti menemukan yang sesuai dengan gaya dan anggaran Anda.

Selain tahan lama, kain rajutan juga dapat menyerap keringat dan elastis, sehingga menjadikannya pilihan tepat untuk pakaian olahraga dan atletik. Keuntungan lain dari kain rajutan adalah kesederhanaannya, membuatnya lebih ekonomis dibandingkan kain tenun. Ada dua jenis rajutan, pakan bengkok dan pakan bengkok. Keduanya lembut dan elastis, dan dapat dibuat dengan tangan atau mesin. Kain rajutan pakan adalah jenis kain rajutan yang paling umum.


Kebanyakan kain rajutan terbuat dari dua jenis benang berbeda: wol dan katun. Benang wol dipelintir agar pas. Bahan rajutannya juga tahan lama sehingga bisa dicuci tanpa menyusut. Jika Anda ingin mengenakan pakaian rajutan, pertimbangkan untuk mengenakannya pada hari yang dingin. Anda akan merasa hangat dan nyaman, dan kulit Anda tidak akan menderita karena panas kering.

Ada beberapa jenis kain rajutan yang tersedia. Kebanyakan dari mereka terbuat dari satu atau lebih benang dan diproduksi dengan saling mengunci loop. Benangnya dijahit menjadi satu, dan jahitannya membuat kain melar. Untuk sweter hangat, disarankan memakai sweter berkerudung. Tidak seperti kain tenun, kain rajutan adalah pilihan tepat untuk musim dingin, saat suhu turun.

Saat berbelanja kain rajutan, perlu diingat bahwa kain tersebut akan meregang kembali ke bentuk aslinya. Strukturnya stabil dan dapat dibentuk agar pas untuk Anda. Ini dapat digunakan untuk aplikasi yang disesuaikan. Misalnya kaos adalah kain rajutan, sedangkan kain rajutan adalah tenunan. Saat Anda membeli sweter, periksa labelnya. Label harus dicetak dengan ukuran dan gaya yang benar.

Kain rajutan adalah salah satu bahan yang paling fleksibel. Bahan ini dapat meregang hingga 100% dari panjang aslinya, dan kembali ke dimensi aslinya. Ini sering digunakan untuk pakaian olahraga dan kaos. Namun, ini bisa jadi kaku, jadi penting untuk berkonsultasi dengan produsen Anda sebelum membeli. Kain-kain ini harus tahan terhadap abrasi dan noda. Mereka tidak boleh diputihkan atau diiritasi.

Kain rajutan memiliki beberapa jenis tepi yang berbeda. Tepi awalnya disebut tepi cast-on, sedangkan tepi akhir disebut terikat/cast-off. Tepi samping kain rajutan dikenal sebagai tepi tenunan yg dianyam. Itu adalah tepi samping kain. Biasanya digunakan untuk kemeja, namun bisa juga digunakan untuk jeans. Saat merajut pakaian, penting untuk memilih kain yang memiliki hasil akhir terbaik.

Ada tiga tipe dasar kain rajutan: sweter, rajutan interlock, dan rajutan renda. Kandungan serat pada kain rajutan sama dengan bahan non-anyaman. Kedua tipe tersebut mungkin berbeda tampilannya, namun kualitas yang dihasilkan akan sama. Dari segi tekstur, ada banyak perbedaan antara kedua jenis bahan ini. Tergantung pada jenis kain yang Anda cari, Anda dapat menemukannya dengan beragam serat berbeda.

Jenis dasar kain rajutan terbuat dari dua jenis benang yang berbeda. Kain rajutan ganda mempunyai satu baris benang. Elastisitasnya meningkat searah dengan arah serat tenun. Perbedaan antara kain plain-float dan kain plain-tuck terletak pada struktur tenunnya. Selain tenunan, kain rajutan disebut juga dengan jersey. Serat pada bahan jenis ini tersusun dalam pola berbentuk V.

Kain rajutan dengan regangan tinggi terbuat dari benang filamen. Kain ini biasanya polos dan memiliki desain dengan garis vertikal atau garis melintang. Mereka paling sering digunakan dalam tekstil teknis dan sering digunakan dalam material komposit. Jenis tekstil ini juga digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Karakteristik tekstil tersebut akan bergantung pada jenis bahan dan penggunaannya. Kain yang ditenun dengan serat lebih tebal akan memiliki rasio regangan lebih tinggi dibandingkan kain tipis, namun rasio regangannya lebih kecil.

Produk Unggulan