Poliester merupakan serat sintetis yang banyak digunakan pada kain pakaian dalam dengan elastisitas yang baik, tahan abrasi dan tahan kusut. Namun, kemampuan bernapas dan menyerap kelembapannya relatif lemah, sehingga mempengaruhi kenyamanan pemakaian sampai batas tertentu. Untuk meningkatkan kemampuan bernapas dan kinerja menyerap kelembapan kain pakaian dalam serat poliester , kita bisa memulainya dari aspek berikut:
1. Modifikasi serat dan pemintalan campuran
Pengembangan serat poliester fungsional: Mengembangkan serat poliester dengan fungsi menyerap kelembapan melalui modifikasi kimia atau teknologi kopolimerisasi. Misalnya, penambahan gugus hidrofilik (seperti segmen polieter) dapat meningkatkan higroskopisitas serat.
Pemintalan campuran: Campurkan serat poliester dengan serat alami lainnya (seperti kapas, serat bambu, modal) atau serat fungsional (seperti Coolmax, poliester penyerap kelembapan) untuk pemintalan. Serat alami memiliki higroskopisitas dan sirkulasi udara yang baik, sedangkan serat fungsional dapat lebih meningkatkan kinerja penyerapan kelembapan.
Serat dua komponen: Teknologi serat dua komponen digunakan, seperti menggabungkan serat poliester dengan nilon atau spandeks untuk membentuk serat komposit. Serat ini dapat dengan cepat menghantarkan kelembapan melalui aksi kapiler setelah menyerap kelembapan, meningkatkan kinerja penyerapan kelembapan dan keringat.
2. Desain struktur kain
Struktur jaring: Rancang jaring atau lubang bernapas pada kain untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi rasa sesak. Struktur ini sangat cocok untuk bra olahraga atau bra musim panas.
Struktur multi-lapisan: Menggunakan desain struktur dua lapis atau multi-lapisan, lapisan dalam menggunakan serat hidrofilik (seperti serat kapas atau bambu) untuk menyerap kelembapan, dan lapisan luar menggunakan serat hidrofobik (seperti serat poliester) untuk menghantarkan kelembapan dan menghilangkannya dengan cepat.
Teknologi mikropori: Gunakan teknologi mikropori untuk membuat pori-pori kecil di permukaan atau di dalam kain. Pori-pori ini dapat dengan cepat menghantarkan kelembapan dan udara, meningkatkan kemampuan bernapas dan penyerapan kelembapan serta kinerja keringat.
3. Proses pasca perawatan
Perawatan hidrofilik: Melalui perawatan plasma, pelapisan hidrofilik, atau modifikasi kimia, permukaan serat poliester menjadi hidrofilik, sehingga meningkatkan kinerja penyerapan air dan keringat.
Teknologi membran bernapas: Menambahkan membran bernapas ke permukaan atau bagian dalam kain dapat mencegah penetrasi kelembapan sekaligus membiarkan uap air melewatinya, sehingga menghasilkan sirkulasi udara yang baik dan efek pengeringan yang cepat.
Perawatan antibakteri: Menambahkan agen antibakteri atau melakukan perawatan antibakteri dapat mengurangi pertumbuhan bakteri, sehingga mengurangi bau dan meningkatkan kenyamanan dan kebersihan pemakaian.
4. Teknologi tenun kain
Tenun tiga dimensi: Menggunakan teknologi tenun tiga dimensi untuk meningkatkan sirkulasi udara dan elastisitas kain. Cara menenun ini dapat membentuk saluran udara dan meningkatkan sirkulasi udara.
Tenun mulus: Teknologi tenun mulus dapat mengurangi gesekan dan tekanan, dan pada saat yang sama meningkatkan kemampuan bernapas dan penyerapan kelembapan serta kinerja keringat melalui kepadatan dan struktur tenun yang wajar.